HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Siti Haliza Nurdiyanti
Malisa Ariani
Latifah Latifah

Abstract

Background: Stunting is a condition of children under five years who suffer from chronic malnutrition due to failure to grow which causes metabolic disorders, decreased IQ, and reduces future productivity. Several maternal factors that cause children to become stunted are the height of the pregnant mother, the nutritional status of the mother and the age at which the mother gave birth


Objective: To determine the relationship between the height of pregnant women and the incidence of stunting among children under five years at the Pekauman Community Health Center, Banjarmasin


Methods: Quantitative research type, cross sectional design. The total sample was 30 parents and children under five years. Accidental sampling technique. Data collection techniques used frequency distribution tables and cross tables. Research data was collected by looking at the mother's height during pregnancy in the KIA book and anthropometric examination, and analyzed using the Chi Square test.


Results: Pregnant height <150 cm was 20 people (67%), the incidence of stunting in children under five years was 18 people (60%). There is a relationship between the height of pregnant women and the incidence of stunting in the Pekauman Banjarmasin Health Center Working Area (p-value=0.000; <0.05)


Conclusion: The height of pregnant women is related to the incidence of stunting. Parents of children under five years should always monitor their weight, height every month and nutritional intake to reduce the risk of stunting

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Nurdiyanti, S. H., Ariani, M. ., & Latifah, L. (2024). HUBUNGAN TINGGI BADAN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN. Nursing Science Journal (NSJ), 5(2), 120–131. https://doi.org/10.53510/nsj.v5i2.264

References

    Alfarisi, R., Nurmalasari, Y., & Nabilla, S. (2019). Status Gizi Ibu Hamil Dapat Menyebabkan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Kebidanan Malahayati, 5(3), 271–278. https://doi.org/10.33024/jkm.v5i3.1404
    BKKBN, BPS, RI, K., & USAID. (2018). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Kemenkes RI.
    BPS Kota Banjarmasin. (2022). Kota Banjarmasin Dalam Angka 2022. Badan Pusat Statistik Kota Banjarmasin.
    Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (2023). Sepuluh Penyakit Terbanyak di Kota Banjarmasin Tahun 2022. Satudata.Banjarmasinkota.Go.Id. https://satudata.banjarmasinkota.go.id/data-statistik/a8b60c68-9be5-4abd-9e3f-5436be690acb
    Ekayanthi, N. W. D., & Suryani, P. (2019). Edukasi Gizi pada Ibu Hamil Mencegah Stunting pada Kelas Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan, 10(November), 312–319.
    Fatimah, N., Utama, B. I., & Sastri, S. (2018). Hubungan Antenatal Care dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah pada Ibu Aterm di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 615. https://doi.org/10.25077/jka.v6.i3.p615-620.2017
    Haryuningsih, W. (2018). The relationship between the incidence of low birth weight babies (LBW) with the incidence of infant mortality in Bantul Regency in 2016. (Hubungan antara kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian kematian bayi di Kabupaten Bantul Tahun 2016. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1753/
    Hasanudin, U. (2021). Angka Stunting Tinggi, Bantul Gencar Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi. Jogjapolitan.Harianjogja.Com. https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2021/11/03/511/1087273/angka-stunting-tinggi-bantul-gencar-sosialisasikan-kesehatan-reproduksi
    Hastuty, M. (2020). Hubungan Anemia Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Doppler, 4(2), 112–116.
    Idayati, T., Anggoro, S., Amry, R. Y., & Rahayu, B. A. (2019). Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pengasuh Bayi Tentang Manajemen ASI Perah Di Daycare Wilayah Pleret Bantul Yogyakarta. Cakra Medika, 6(01), 1–53.
    Kasiati, & Rosmalawati, N. W. D. (2016). Kebutuhan Dasar Manusia I. In Tim P2M2: Vol. I (Issue December).
    Kemenkes RI. (2021). Laporan Kinerja Direktorat Kesehatan Keluarga Tahun Anggaran 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    Kemenkes RI. (2022). Infodatin Situasi Kesehatan Remaja. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    Kementerian Kesehatan RI, & Indonesia, R. (2020). Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024.
    Kementerian PPN/ Bappenas. (2018). Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota. In Rencana Aksi Nasional dalam Rangka Penurunan Stunting: Rembuk Stunting (Issue November). https://www.bappenas.go.id
    Kementerian PPN/Bappenas. (2019). Kajian Sektor Kesehatan Pembangunan Gizi di Indonesia. In Kementerian PPN/Bappenas.
    Mardiaturrahmah, M., & Anjarwati, A. (2020). Relationship between the nutritional status of pregnant women and the incident of Low Birth Weight infant. International Journal of Health Science and Technology, 1(3), 58–62. https://doi.org/10.31101/ijhst.v1i3.1212
    Marfuah, D., Sarifah, S., Khotimah, S. K., & Hatifah, D. K. (2024). Pengukuran Antropometri dan Penentuan Status Gizi Balita di Posyandu Balita Bina Sejahtera Kadipiro Banjarsari Surakarta. ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian Dan Kemitraan Masyarakat, 2(3), 138–149. https://doi.org/10.59246/alkhidmah.v2i3.983
    Maryati, I., Annisa, N., & Amira, I. (2023). Faktor Dominan terhadap Kejadian Stunting Balita. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 2695–2707. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4419
    Mitra. (2015). Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi untuk Mencegah Terjadinya Stunting (Suatu Kajian Kepustakaan). Jurnal Kesehatan KOmunitas, 2(6), 254. https://doi.org/10.33085/jkg.v1i3.3952
    Murti, U. (2018). Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi. Kemkes.Go.Id. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180407/1825480/cegah-stunting-dengan-perbaikan-pola-makan-pola-asuh-dan-sanitasi-2/
    Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting Pada Anak : Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Qawwam: Journal For Gender Mainstreming, 14(1), 19–28. https://doi.org/10.20414/Qawwam.v14i1.2372
    Noviansyah. (2022). STRATEGI PERCEPATAN PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PENDEKATAN KEAGAMAAN GUNA MEWUJUDKAN GENERASI BERKUALITAS (Studi pada Wilayah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu). UIN Raden Intan Lampung.
    Novrizaldi. (2021). Menko PMK Beberkan Kunci Atasi Gizi Buruk dan Stunting. Kemenkopmk. https://www.kemenkopmk.go.id/menko-pmk-beberkan-kunci-atasi-gizi-buruk-dan-stunting
    Setiati, A. R., & Rahayu, S. (2017). Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) Di Ruang Perawatan Intensif Neonatus RSUD DR Moewardi Di Surakarta. (Jkg) Jurnal Keperawatan Global, 2(1), 9–20. https://doi.org/10.37341/jkg.v2i1.27
    Setyawati, & Hartini. (2018). Buku ajar dasar ilmu gizi kesehatan masyarakat. Yogyakarta : Deepublish, 2018.
    Sutarto, Mayasari, D., & Reni, I. (2018). Stunting, Faktor Resiko dan Pencegahannya. J Agromedicine, 5, 243–243. https://doi.org/10.1201/9781439810590-c34
    Triawanti, Palimbo, A., Norhasanah, Setyobudihono, S., & Rahmadayanti, T. N. (2022). Analisis Faktor Risiko Stunting di Kalimantan Selatan. Proceeding of Lambung Mangkurat Medical Seminar, 3(1), 197–211. http://lummens.ulm.ac.id/ojs3/index.php/proceeding/article/view/23
    UNICEF. (2021). Analisis Situasi Untuk Lanskap Pembelajaran Digital Di Indonesia. Quicksand Design Studio Pvt. Ltd., 1–131. https://www.unicef.org/indonesia/media/13421/file/Analisis Situasi untuk Lanskap Pembelajaran Digital di Indonesia.pdf
    Wahyu, A., Ginting, L., & Sinaga, N. D. (2022). Faktor Penyebab Terjadinya Stunting. Jejak.