HUBUNGAN TINGKAT MOTIVASI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PENGURANGAN FREKUENSI MEROKOK PADA PASIEN PPOK DI PUSKESMAS MUARA UYA

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Anisa Amalia
Rifa’atul Mahmudah
Muhammad Riduansyah
Muhammad Riduansyah

Abstract

Latar Belakang: Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat mengakibatkan kematian. Rokok telah menjadi ancaman terbesar dalam kesehatan masyarakat saat ini. Hampir 6 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang disebabkan rokok dan 600.000 orang meninggal akibat terpapar asap rokok. Diperkirakan jumlah kematian akibat konsumsi rokok akan meningkat hingga lebih 8 juta orang pada tahun 2030 apabila hal ini tidak segera ditangani.


Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat motivasi dan efikasi diri terhadap pengurangan frekuensi merokok pada pasien PPOK di Puskesmas Muara Uya.


Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional.Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 orang ditentukan secara simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat motivasi dengan 24 pertanyaan, kuesioner self efficacy dengan 18 pertanyaan dan kuesioner frekuensi merokok dengan 1 pertanyaan. Analisis data menggunkakan univariat dan bivariat uji chi-square.


Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi rendah (100%), efikasi diri sebagian besar rendah (95,8%) dan frekuensi merokok responden mayoritas 10-20 batang perhari (52,1%).


Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat motivasi dan efikasi diri terhadap frekuensi merokok pada pasien PPOK di Puskesmas Muara Uya.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Amalia, A., Mahmudah, R., Riduansyah, M., & Riduansyah, M. (2025). HUBUNGAN TINGKAT MOTIVASI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PENGURANGAN FREKUENSI MEROKOK PADA PASIEN PPOK DI PUSKESMAS MUARA UYA. Nursing Science Journal (NSJ), 6(2), 97–108. https://doi.org/10.53510/nsj.v6i2.335

References

    Akmalia, Anissa., Laras Cyntia Kasih & Nani Safuni. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Efikasi Diri Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Di Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidinkota Banda Aceh. Jurnal Keperawatan Wijaya. 5(2):9-17
    Janius, Kardiatun, T., & Rahayu, I. D. (2023). Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Motivasi Penurunan Perilaku Merokok Remaja Di Wilayah Pontianak Tenggara. 106–113.
    Nurjannah, Nisa & Rina Rahmatika. (2019). Hubungan Antara Health Locus Of Control dan Self-Efficacy Pada Mahasiswa Keperawatan. Journal of Psychological Research (SCHEMA). 3 (2): 116-127
    Mulyana, T. H. S. (2020). Hubungan Perilaku Merokok Terhadap Kualitas Hidup Anak Smp Di Kota Malang.
    Ningsih, S., Aderita, N. I., & Yuliyanti, T. (2023). Hubungan Antara Sikap Dan Efikasi Diri Dengan Intensi Berhenti Merokok Pada Remaja Putra. Jurnal Penelitian Keperawatan, 9(1), 114–121
    Puspandhani, Mitha Erlisya (2024). Hubungan Motivasi Perawat dengan Upaya Berhenti Merokok pada Perawat di RSUD Kota XYZ Tahun 2024. Jurnal Kesehatan Pertiwi. 6 (1):45-49
    Selzler, A.M., et al. (2019). Self-efficacy and Health-Related Quality of Life in Chronic Obstructive Pulmonary Disease: A Meta-Analysis
    Yi, Qi Feng, Guo Li Yang, and Jin Yan. 2021. “Self-Efficacy Intervention Programs in Patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease: Narrative Review.” International Journal of COPD16(September): 3397–3403