Terapi Modalitas Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Leher Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Wisma Flamboyan Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Rian Tasalim
Saidah Saidah
Bunga Melati
I Putu Wiadnyana Waisnawa
Lina Rahma Lestari
Tia Irenia Aprilici

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah melibihi normal. Salah satu gejala yang muncul pada penderita hipertensi yaitu muncul adanya nyeri pada kepala, dada, dan tungkai. Penanganan hipertensi umumnya melibatkan penggunaan obat antihipertensi, namun terapi komplementer juga dapat berperan penting dalam pengelolaan gejala. Salah satu terapi komplementer yang efektif adalah kompres hangat, yang diterapkan untuk meredakan nyeri dan ketegangan otot, serta membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu mengurangi keluhan nyeri kepala dan leher yang sering dialami oleh lansia dengan hipertensi di Wisma Flamboyan Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia. Metode: program pengabdian kepada masyarakat ini berupa pemberian intervensi kompres air hangat pada penderita hipertensi yang mengalami nyeri kepala dan leher. Pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan melalui pendekatan analisis kondisi wilayah sasaran. Langkah-langkah dalam melaksanakan solusi dari permasalahan mitra tersebut terdiri dari tahap persiapan terdiri dari, analisis masalah, penyusunan proposal, pemantapan tim dan perijinan koordinasi. Pemberian terapi kompres hangat dilakukan selama tujuh hari berturut-turut dengan durasi kompres 30 menit/hari dilakukan pada pagi hari. Hasil: Terapi modalitas Kompres hangat telah dilakukan selama 30 menit/hari selama tujuh hari berturut-turut didapatkan hasil terdapat 14 kali penurunan skala nyeri, 16 kali penurunan tekanan darah, dan sebagian lainnya memiliki hasil yang tetap. Tidak ada lansia yang mengalami peningkatan skala nyeri setelah terapi, dan hanya satu lansia yang mengalami peningkatan tekanan darah. Hasil uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z sebesar -3,742 untuk skala nyeri dan -3,497 untuk tekanan darah, dengan nilai signifikansi p-value= 0,000. Conclusion: simpulan dalam kegiatan ini yaitu adanya perbedaan signifikan sebelum dan setelah terapi. Dengan kata lain, terapi modalitas memberikan efek nyata dalam menurunkan tekanan darah dan nyeri. Ini sejalan dengan kesimpulan bahwa terapi kompres hangat dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan memberikan efek relaksasi pada lansia.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##